“Karna hati itu dipilih, dan bukan memilih”-Dee (Perahu Kertas)
Mungkin, dia memang tidak sempurna. Tapi dia, berusaha untuk
terlihat sempurna dimata saya
Ketika semarah apapun saya, dan dia terdiam mendengarkan
amukan dan celoteh saya sambil tetap tersenyum. Buat saya itu sempurna.
Ketika sesibuk apapun dia, dan dia masih mau meluangkan
waktunya untuk saya. Buat saya itu sempurna
Ketika terkadang saya mengingat laki-laki lain selain dia,
dan dia masih mampu menahan diri dari cemburu yang berlebihan. Buat saya itu
sempurna
Ketika saya menghadapi masalah yang membuat saya tidak mampu
mengendalikan emosi saya, hanya dengan tatapannya dia mampu menenangkan dan
seolah berkata “everything is gonna be okay dear”. Sekali lagi itu sempuna buat
saya.
Nyatanya saya hanya butuh dia,
Dia yang mampu sabar dan bertahan hingga akhir menghadapi
kekurangan saya.
Dia yang saya harap tidak akan meninggalkan saya, dengan
alasan se klise apapun.
Dia yang tidak suka mengumbar janji, namun memberi
pembuktian.
Dia yang memang dipilih hati saya tanpa saya harus
memilihnya.
Ya, itu cinta. I’ve found it. Dia baik, tanpa menuntut untuk
menjadi baik.
Maka, bagaimana mungkin saya melepas kebahagiaan semacam
ini?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar