Snow and Rain

Minggu, 23 Desember 2012

Karna Hati Itu (harusnya) Dipilih...



“Karna hati itu dipilih, dan bukan memilih”-Dee (Perahu Kertas)

Mungkin, dia memang tidak sempurna. Tapi dia, berusaha untuk terlihat sempurna dimata saya

Ketika semarah apapun saya, dan dia terdiam mendengarkan amukan dan celoteh saya sambil tetap tersenyum. Buat saya itu sempurna.

Ketika sesibuk apapun dia, dan dia masih mau meluangkan waktunya untuk saya. Buat saya itu sempurna

Ketika terkadang saya mengingat laki-laki lain selain dia, dan dia masih mampu menahan diri dari cemburu yang berlebihan. Buat saya itu sempurna

Ketika saya menghadapi masalah yang membuat saya tidak mampu mengendalikan emosi saya, hanya dengan tatapannya dia mampu menenangkan dan seolah berkata “everything is gonna be okay dear”. Sekali lagi itu sempuna buat saya.

Nyatanya saya hanya butuh dia,
Dia yang mampu sabar dan bertahan hingga akhir menghadapi kekurangan saya.
Dia yang saya harap tidak akan meninggalkan saya, dengan alasan se klise apapun.
Dia yang tidak suka mengumbar janji, namun memberi pembuktian.
Dia yang memang dipilih hati saya tanpa saya harus memilihnya.
Ya, itu cinta. I’ve found it. Dia baik, tanpa menuntut untuk menjadi baik.
Maka, bagaimana mungkin saya melepas kebahagiaan semacam ini?