Snow and Rain

Rabu, 24 Oktober 2012

Melupakan Atau Dilupakan?

Kalau saya ditanya untuk memilih antara melupakan atau dilupakan, maka saya akan menjawab melupakan. Kenapa? kedengerannya egois? Kalau masih ada yang beranggapan seperti itu, coba pikir lagi. Melupakan merupakan kata kerja aktif sedangkan dilupakan kata kerja pasif. Sudah tahu bedanya? baik, akan saya perjelas. Melupakan, berarti saya adalah subyek sementara dilupakan, berarti saya adalah objek. Mulai jelas? ya benar, kenapa saya memilih melupakan? Karena kalau saya memilih melupakan seseorang, itu berarti orang tersebut memang sudah tidak layak untuk saya ingat baik dalam hati maupun dalam pikiran saya. Berarti ada hal atau perbuatan yang entah orang itu sadari atau tidak telah meyakiti saya dan itu tidak termaafkan.
Kalau orang yang sudah mengenal baik saya, pasti tahu bahwa saya ini orang yang ga tegaan dan ga bisa marah sama orang. So, could you imagine it? Seberapa besar kesalahan orang itu dimata saya sampai saya memilih untuk marah dan melupakannya. Tapi setidaknya saya mengeliminasi kemarahan saya dengan memaafkannya, ehm...but,karena saya ga se kece Tuhan yang kelewat baik baik baik baik, saya lebih memilih memaafkan tapi melupakan kalau saya pernah kenal orang seperti itu.
Terus kenapa saya ga milih dilupakan? Jawabannya simple, karena saya ga mau jadi orang yang terlupakan. Kamu tahu, jadi orang yang terlupakan itu buat saya lebih serem dari pada dibenci sama orang. Kalau sampai dilupakan orang, itu berarti saya sudah menyakiti orang tersebut sehingga layak untuk dilupakan. Lebay? ga ah. kalau kamu masih nganggepnya lebay, buktiin sendiri betapa ga enaknya jadi orang yang dilupain. Coba! #gaksantai
Saya, mungkin saya emang ga bisa buat semua orang mencintai saya dan pendapat saya. Tapi setidaknya, hidup di dunia yang cuma satu dan cuma sekali ini saya ingin orang yang saya kenal bisa bahagia, atau minimal senyum ketika berhadapan dengan saya. Dan senantiasa mengingat saya baik besok, 1 tahun lagi, 20 tahun lagi, bahkan 50 tahun lagi. Dan mungkin, ketika saya sudah tidak ada di dunia, mereka masih mampu mengingat diri saya dengan baik dan mengingat perlakuan saya dengan baik. Yah, walaupun saya bukan pahlawan yang jasanya selalu diingat, setidaknya kamu, dia, dan mereka yang mengenal saya bisa tersenyum hanya dengan mengingat saya. 


This is for you, my imanda.
Yang ngotot minta dikasih penjelasan kenapa saya lebih memilih untuk melupakan daripada dilupakan.

Jumat, 19 Oktober 2012

 "Cinta adalah ketika kuat kau rasakan "kehadiran" Tuhan dalam diri pasanganmu"

Sabtu, 13 Oktober 2012

Bahagia Itu Begini.......


Mulai jarang menjamah blog ini semenjak kerja. Jarang buka. Jarang nulis. Jarang baca. Yah, mau gimana lagi, jangankan buat buka blog, sampe kost-kostan mata langsung shutdown and wassalam. Mumpung proyek lagi sepi dan saya ga ada kerjaan, daripada ni kepala teklak-tekluk, ni mata merem melek, mending nulis deh. Tapi nulis tentang apa ya? oke, tentang kerjaan aja.

Ni kerjaan sebenernya bukan tujuan utama saya, jadi ceritanya cuma iseng-iseng berhadiah masukin lowongan disini, dan ternyata (alhamdulilah) dapat panggilan, wawancara, psikotest, trs diterima. Ah, saya merasa Tuhan 500 kali lipat lebih keren dari biasanya saat itu.

Saya ngerasa Tuhan jadi 1000 kali lipat lebih keren ketika ternyata saya dapat proyek di sekitaran kampus saya sendiri (ah, beruntungnya km nak! *ngelus2 diri sendiri*). Walaupun jadi beban juga, karena ni proyek deket kampus, jadi klo ilmunya ga diterapin semaksimal mungkin bakalan malu2in dan kliatan begonya saya. Tapi bebannya tetep ga ngalahin rasa syukur saya kok *peluk Tuhan*.

Dannnn, sampailah dihari pertama kerja. Wah, rasanya deg2an kayak mau ketemu sama jodoh (halah, kyk udah ketemu aja). Tapi seriusan, emang bener bikin deg2an, ketika harus bertemu beberapa orang yang kamu ga kenal sama sekali dan (harus) kenalan. Mau ngedeketin, takut dikiranya sok deket. Mau diem, takut dibilang sombong. Bah, perasaan yang kyk gini nih yang ga ngenakin banget. Tapi, modal muka tebel deh akhirnya kenalan sama mereka. Dan ternyata, not bad! mereka orang yang baik. Walaupun saya belum mengenali mereka sepenuhnya, tapi saya tau mereka orang yang baik.

Sampai sekarang, lebih dari 1 bulan saya bekerja sama bareng mereka, dan itu asik banget. Orang disini keren-keren. They all treat me well! Saya ga nyangka bisa bertahan sampai saat ini dan ga collapse, maklum mengingat jam kerja proyek yang ga pasti dan daya tahan tubuh saya yang cemen bgt, ibu saya aja ga percaya saya bisa bertahan pun teman-teman saya. BUT, it's about enjoy what your do. Ya, saya menikmati ini semua. Saya menikmati pekerjaan saya. Saya menikmati apa yang saya lakukan. Mungkin waktu saya habis buat bekerja, tapi itulah cara saya menikmati hidup untuk saat ini. Dan saya bisa bilang, saya bahagia.

Kamu tahu, bahagia itu begini; dijaga oleh banyak senyum, dipeluk oleh banyak ketulusan. merasa dilengkapi oleh semesta. Dan saya mendapatkan itu disini, di lingkungan ini, di pekerjaan iniuntuk saat ini. Dan yang paling penting, selama Tuhan memeluk saya dengan erat, disitulah bahagia takkan pernah hilang.
 Thanks for bless me , God! Cintaku bertambah 100 kali lipat hari ini...haha :D