Snow and Rain

Kamis, 24 Juli 2014

LETTER FOR YOU AND HER...

LETTER FOR YOU AND HER...



Hai blog,
Rasanya sudah lama sekali tidak ngutak ngutik kamu. Padahal banyak sekali hal yang ingin aku ceritakan. Terlalu banyak. Sehingga membuat lupa. Ya, semua yang serba terlalu memang tidak baik. Terlalu banyak kesakitan dan hal-hal mengecewakan yang saya alami. Tapi harus tetap disyukuri, karena juga tidak sedikit kebahagiaan yang Dia beri. Kebahagiaan itu pasti datangnya dari Tuhan, tapi kekecewaan? selalu datangnya dari manusia. Bukan dari kamu atau kalian kok, itu semua salah saya. Salah saya yang membangun harapan terlalu besar pada kamu. Dan ketika harapan itu tidak menjadi nyata, itu buat saya kecewa. Ya, itu semua salah saya.
Salah saya yang terlalu berharap kamu selalu ada disamping saya,
Salah saya yang terlalu naif dan hanya mampu melihat sisi baikmu,
Salah saya yang terlalu yakin kalau kamu hanya mencintai saya dan tidak akan pernah tergoda yg lain,
Salah saya yang terlalu bermimpi berangan membangun semua hal yang indah bersamamu,
Salah saya yang terlalu percaya diri bahwa kita tidak akan saling meninggalkan dan membelakangi satu sama lain.
Salah saya yang terkesan mendahului takdir Tuhan dan berfikir kamu lah yang terbaik.

Tapi pada satu dan lain hal, saya juga sempat berfikir dan bertindak benar
Saya benar, untuk memilih mengakhiri ini semua denganmu
Karna saya sadar dengan cara itu, Tuhan menampar saya dari tidur yang penuh dengan harap dan mampu menyadarkan saya bahwa kamu bukan untuk saya...

Rasanya itu buruk, apalagi ketika saya yang seharusnya paling marah di posisi saat itu tp justru dimaki dan dihina oleh rival saya. Saya bukan orang yang sabar, tp saya bukan orang yang suka mencari masalah. Saya juga tidak berani menyalahkan dia yang mendekati kamu, karna tamu tidak akan masuk apabila tuan rumah tidak membukakan pintu. Itu terjadi tentunya bukan karna kesalahan salah satu pihak. Tapi itu cukup memberikan pelajaran buat saya, untuk tidak melakukan hal yang sama terhadap hubungan orang lain karena saya tau benar bagaimana rasa sakitnya.


Untuk kamu, semoga kamu bisa lebih bahagia dengannya. Karna mungkin dia bisa memberi apa yang tidak mampu saya beri. Kalaupun kamu tidak bahagia, bertahanlah, karna itu pilihanmu, karna perjuanganmu memilih dia sudah memakan korban satu hati anak manusia, saya.

Untuk dia/ anda, terimakasih telah membantu saya menunjukkan lelaki mana yang setia dan mana yang tidak. Semoga lelaki itu, dapat merangkul anda dan benar mampu setia ketika bersama anda. Dan saya mohon, jangan lakukan hal yang sama lg terhadap laki-laki lain yang sudah memiliki hubungan. Anda cantik, saya dan wanita lain mungkin kecantikannya dibawah anda, tapi kami punya sisi kecantikan yang mungkin tidak anda miliki, yaitu harga diri...