Snow and Rain

Senin, 18 Juni 2012

Ever Lasting Friend

Ahhhhhhh, saya ga tau kenapa kalau lagi galau dan "penuh" gini, saya selalu ingin mengetik sesuatu di blog saya. Walaupun yang baca ya saya2 juga, biarlah -_____-
ah, bahkan saking banyaknya masalah yang saya alami  saat ini, saya sampai lupa menyapa bulan Sweety June ini. Bulan yang saya harap bisa memberikan hari-hari yang indah buat saya. Bulan yang saya harap agak banyak harinya, karena saya benci di kejar deadline TA seperti ini. Hahaha. Saya suka sekali bulan ini, banyak sekali teman saya yang bertambah usia di bulan ini, itu berartu bertambah pula agenda makan gratis di bulan ini #ehh.
2 sahabat tercinta saya pun berulang tahun di bulan ini, 1diawal bulan ini dan 1 dihari ini. Semoga Tuhan senantiasa memeluk dan merangkul mimpi-mimpi mereka.
2 sahabat yang berbeda, yang saya temukan di 2 propinsi yang berbeda, dan mereka pun tidak kenal satu sama lain, tapi mereka bertemu di satu jalan, di pikiran saya.

 Saya mengenal Mega saat kami SMA, jadi kalau dihitung2 sudah sekitar 7 tahun saya berteman dengan "gadis gila" itu. Saya baru menemukan orang yang seperti mega, ya ketika saya SMA. Seorang anak yang melawan arus. Anak yang selalu dianggap innocence oleh semua guru, yang padahal aslinya.......ah, susah saya menjelaskannya, terlalu absurd anak ini. Bahkan dapat dikatakan sifat saya yang gampang molor ini, saya rasa itu karena gara-gara dia yang menularkan penyakit itu pada saya. Haha, tapi saya "cukup" menyayanginya, saya bilang "cukup" karena saya memang enggan ngasih dia sayang banyak-banyak. Bisa dilempar baskom saya sama Soni, pacarnya. Kalau dilempar Johnny Depp sih ga nolak saya. *halah*

Dan1 sahabatku lg, Shity. Whoa, yang ini lebih lama lagi, hampir 12 tahun. Seseorang yang sedikitpun tidak pernah marah padaku sekalipun saya terkadang mengabaikannya dan terkadang lupa padanya. Sahabat yang akan saya peluk pertama kali ketika saya bermasalah. Itulah sosoknya. Ahh, saya jadi rindu pelukan hangatnya :)
Mungkin dia lebih lama, tapi dia sama absurdnya sama mega. entah mengapa saya selalu bertemu orang-orang hebat seperti mereka tapi dalam kemasan yang absurd. Hahaha. I heart you :*

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah
Teman yang benar-benar baik susah ditemukan, sulit ditinggalkan dan tidak mungkin untuk dilupakan.



Minggu, 17 Juni 2012

Terabaikan itu Aset

Rasanya sedih ketika orang menyederhanakan keberadaan kita dalam hidup mereka. Parahnya kita, yang pernah merasa terabaikan, justru secara ga sadar juga penah melakukan hal yang sama ke orang lain. Ya, manusia itu komplek, ribet! Mati-matian mengeluh atas pengesampingan keberadaan kita, tanpa menyadari adanya orang yang mengeluh tentang hal yang sama dan itu disebabkan oleh kita. Dan sayangnya, mungkin bersyukur itu mudah, tapi mengeluh itu lebih mudah. Saya juga gitu sih. huuu. *dlemparin asbak*
udah tabiat yang namanya manusia kali ya (alasan klasik).

Hmm...Kadang kita emang suka tidak menyadari pentingnya orang orang yang ada di sisi kita, atau cenderung mengabaikan. iyaaaa2, saya pun begitu. Atau kita bakal inget kalau pas kita lagi butuh mereka saja, atau untuk alasan yang lebih bagus lagi sih karena kangen. Abis itu ya udah. Nyesek emang klo dapat perlakuan kayak gitu, tapi coba intropeksi deh, kamu pernah ga bersikap kyk gitu ke orang lain, klo pernah ya ga usah sakit hati dapat perlakuan kayak gitu.

"Jangan serius-seriuslah sama sakit hati, kayak ga pernah nyakitin orang lain aja"

Kemarin, eh tidak! semalam lebih tepatnya setelah sekian lama ga pernah merasa terabaikan, saya merasa ditampar, hati saya terabaikan. Perasaan saya terabaikan. Ga tau karena mulutnya yang terlalu tajam, atau saya yang terlalu perasa, atau yang mengabaikan saya orang yang menurut saya penting bagi hidup saya? entahlah. Entah pantas atau tidak, saya merasa sakit hati atas itu semua. Dan yang bikin tambah parah mungkin karena ga sekali dua kali saya dikata2in. Tapi mau ngambek gimana pun juga, saya tetep aja susah buat ga maafin. Ga tau ya ini penyakit yang bagus atau tidak, karena saya agak susah  buat marah yang lama banget sama orang. Yah, mungkin itu jeleknya saya. Mau ngambek gimana juga, diem nunggu dia minta maaf  ya bisa2 baru lebaran baikkannya. 

Yah, saya anggap punya temen kayak dia itu ujian kesabaran yang dikasih Tuhan buat saya. Kalau saya minta maaf duluan, ya saya anggep pahala aja. Jadi sebenarnya klo punya temen kayak gitu, anggap aja aset. Simpel.