Kalau saya ditanya untuk memilih antara melupakan atau dilupakan, maka saya akan menjawab melupakan. Kenapa? kedengerannya egois? Kalau masih ada yang beranggapan seperti itu, coba pikir lagi. Melupakan merupakan kata kerja aktif sedangkan dilupakan kata kerja pasif. Sudah tahu bedanya? baik, akan saya perjelas. Melupakan, berarti saya adalah subyek sementara dilupakan, berarti saya adalah objek. Mulai jelas? ya benar, kenapa saya memilih melupakan? Karena kalau saya memilih melupakan seseorang, itu berarti orang tersebut memang sudah tidak layak untuk saya ingat baik dalam hati maupun dalam pikiran saya. Berarti ada hal atau perbuatan yang entah orang itu sadari atau tidak telah meyakiti saya dan itu tidak termaafkan.
Kalau orang yang sudah mengenal baik saya, pasti tahu bahwa saya ini orang yang ga tegaan dan ga bisa marah sama orang. So, could you imagine it? Seberapa besar kesalahan orang itu dimata saya sampai saya memilih untuk marah dan melupakannya. Tapi setidaknya saya mengeliminasi kemarahan saya dengan memaafkannya, ehm...but,karena saya ga se kece Tuhan yang kelewat baik baik baik baik, saya lebih memilih memaafkan tapi melupakan kalau saya pernah kenal orang seperti itu.
Terus kenapa saya ga milih dilupakan? Jawabannya simple, karena saya ga mau jadi orang yang terlupakan. Kamu tahu, jadi orang yang terlupakan itu buat saya lebih serem dari pada dibenci sama orang. Kalau sampai dilupakan orang, itu berarti saya sudah menyakiti orang tersebut sehingga layak untuk dilupakan. Lebay? ga ah. kalau kamu masih nganggepnya lebay, buktiin sendiri betapa ga enaknya jadi orang yang dilupain. Coba! #gaksantai
Saya, mungkin saya emang ga bisa buat semua orang mencintai saya dan pendapat saya. Tapi setidaknya, hidup di dunia yang cuma satu dan cuma sekali ini saya ingin orang yang saya kenal bisa bahagia, atau minimal senyum ketika berhadapan dengan saya. Dan senantiasa mengingat saya baik besok, 1 tahun lagi, 20 tahun lagi, bahkan 50 tahun lagi. Dan mungkin, ketika saya sudah tidak ada di dunia, mereka masih mampu mengingat diri saya dengan baik dan mengingat perlakuan saya dengan baik. Yah, walaupun saya bukan pahlawan yang jasanya selalu diingat, setidaknya kamu, dia, dan mereka yang mengenal saya bisa tersenyum hanya dengan mengingat saya.
Yang ngotot minta dikasih penjelasan kenapa saya lebih memilih untuk melupakan daripada dilupakan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar