Kemarin,
saya baru saja menonton sebuah film judulnya “gone girl” dibintangi oleh ben Affleck
as nick dan rosamund pike as amy. Diawal cerita dari film ini asumsi saya, film
ini bercerita tentang seorang suami yang kehilangan istri yang sangat
dicintainya, bisa jadi sang istri diculik atau dibunuh, dan sang suami menjadi
sangat terpukul karna dia amat sangat mencintai istrinya tersebut. Tapi
ternyata, semua asumsi saya salah besar, sampai ditengah cerita tidak ada
adegan kesedihan, tidak ada adegan meratapi kepergian sang istri, dan tidak ada
adegan lovable. It’s all about revenge! Ya, ternyata amy adalah seorang
psikopat yang mensetting seolah2 dia dibunuh dan dibuang oleh suaminya sendiri,
Nick. Dia ingin menjebloskan suaminya ke dalam penjara karna rasa sakit hatinya
mengetahui kalau suaminya selingkuh dengan wanita lain. Dia merencanakan dengan
detail apa yang harus dia lakukan, tanpa bisa terlihat celah keraguan sedikitpun
bagi polisi untuk pada akhirnya menetapkan nick sebagai pembunuhnya. How was
the ending sep? Saya bingung. Saya tidak bisa mengatakan film ini sad/ happy
ending. It has twist ending. Silakan buktikan.
Kamu
tau apa yang saya pikirkan setelah melihat film itu? tidak ada manusia yang
sanggup mencintaimu selamanya. Bahkan istri/ suamimu nantinya. Seseorang yang
memiliki banyak cinta, maka sebanyak cinta itupula banyak bencinya. Ketika kamu
dikecewakan oleh orang yang benar-benar kamu sayangi, maka rasa kecewanya pun
berkali-kali lipat banyaknya. Itupula yang dirasakan Amy, ketika dia melihat secara
langsung suaminya selingkuh dan bagaimana sang suami memperlakukan
selingkuhannya persis seperti memperlakukannya saat awal perkenalan dulu. Its hard
feeling to explain. Tapi, amy tidak cukup mampu mengendalikan emosinya sehingga
dendam itupun bertumpuk dan pecah.
Kamu
tau apa yang paling sulit dari suatu hubungan? Memaafkan dan memahami.
Menyadari bahwa pada dasarnya pasangan kita juga merupakan manusia biasa yang
suatu saat mampu mengecewakan. Memahami bahwasanya pasangan kita tidak
sesempurna yang kita inginkan dan bayangkan. Yang mungkin kekecewaan yang
bertubi-tubi itu nantinya mampu mengikis rasa cinta kita secara perlahan namun
pasti dan mampu habis tak bersisa dan berganti dengan benci dan keinginan untuk
membalas rasa kekecewaan tersebut. Pada akhirnya kita akan menyadari kita tidak
mampu mencintai pasangan kita selamanya. Yang perlu kita lakukan agar nantinya
tidak timbul dendam dari kekecewaan tersebut adalah memaafkan.
Memaafkan
kesalahan yang mungkin dilakukan pasangan kita, karna menyadari manusia paling
ahli dalam menciptakan kekecewaan, bukan hanya pasanganmu tapi semua manusia.
Memaafkan untuk diri, yang ingin bersikap menghakimi atas kesalahan orang lain,
berdamai dengan diri sendiri, dan meyakinkan diri bahwa segalanya lebih indah
tanpa emosi yang berlebihan. Dan belajar dari Tuhan yang bahkan masih mau
melihat Kita yang terkadang mengingkari-Nya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar