Snow and Rain

Rabu, 13 Mei 2015

(Un)conditional Love?

Kemarin, saya baru saja menonton sebuah film judulnya “gone girl” dibintangi oleh ben Affleck as nick dan rosamund pike as amy. Diawal cerita dari film ini asumsi saya, film ini bercerita tentang seorang suami yang kehilangan istri yang sangat dicintainya, bisa jadi sang istri diculik atau dibunuh, dan sang suami menjadi sangat terpukul karna dia amat sangat mencintai istrinya tersebut. Tapi ternyata, semua asumsi saya salah besar, sampai ditengah cerita tidak ada adegan kesedihan, tidak ada adegan meratapi kepergian sang istri, dan tidak ada adegan lovable. It’s all about revenge! Ya, ternyata amy adalah seorang psikopat yang mensetting seolah2 dia dibunuh dan dibuang oleh suaminya sendiri, Nick. Dia ingin menjebloskan suaminya ke dalam penjara karna rasa sakit hatinya mengetahui kalau suaminya selingkuh dengan wanita lain. Dia merencanakan dengan detail apa yang harus dia lakukan, tanpa bisa terlihat celah keraguan sedikitpun bagi polisi untuk pada akhirnya menetapkan nick sebagai pembunuhnya. How was the ending sep? Saya bingung. Saya tidak bisa mengatakan film ini sad/ happy ending. It has twist ending. Silakan buktikan.

Kamu tau apa yang saya pikirkan setelah melihat film itu? tidak ada manusia yang sanggup mencintaimu selamanya. Bahkan istri/ suamimu nantinya. Seseorang yang memiliki banyak cinta, maka sebanyak cinta itupula banyak bencinya. Ketika kamu dikecewakan oleh orang yang benar-benar kamu sayangi, maka rasa kecewanya pun berkali-kali lipat banyaknya. Itupula yang dirasakan Amy, ketika dia melihat secara langsung suaminya selingkuh dan bagaimana sang suami memperlakukan selingkuhannya persis seperti memperlakukannya saat awal perkenalan dulu. Its hard feeling to explain. Tapi, amy tidak cukup mampu mengendalikan emosinya sehingga dendam itupun bertumpuk dan pecah.

Kamu tau apa yang paling sulit dari suatu hubungan? Memaafkan dan memahami. Menyadari bahwa pada dasarnya pasangan kita juga merupakan manusia biasa yang suatu saat mampu mengecewakan. Memahami bahwasanya pasangan kita tidak sesempurna yang kita inginkan dan bayangkan. Yang mungkin kekecewaan yang bertubi-tubi itu nantinya mampu mengikis rasa cinta kita secara perlahan namun pasti dan mampu habis tak bersisa dan berganti dengan benci dan keinginan untuk membalas rasa kekecewaan tersebut. Pada akhirnya kita akan menyadari kita tidak mampu mencintai pasangan kita selamanya. Yang perlu kita lakukan agar nantinya tidak timbul dendam dari kekecewaan tersebut adalah memaafkan.

Memaafkan kesalahan yang mungkin dilakukan pasangan kita, karna menyadari manusia paling ahli dalam menciptakan kekecewaan, bukan hanya pasanganmu tapi semua manusia. Memaafkan untuk diri, yang ingin bersikap menghakimi atas kesalahan orang lain, berdamai dengan diri sendiri, dan meyakinkan diri bahwa segalanya lebih indah tanpa emosi yang berlebihan. Dan belajar dari Tuhan yang bahkan masih mau melihat Kita yang terkadang mengingkari-Nya.

Pada akhirnya, Unconditional love and Infinity Love hanya milik Tuhan kepada umatnya dan ibu kepada anaknya. Tidak ada manusia yang sanggup mencintaimu selamanya, temukan saja dia yang mampu memaafkanmu hingga akhir…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar